Kemitraan Pembiayaan Hunian Baru Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Pengembang Asthara Group resmi menjalin kolaborasi strategis dengan empat institusi perbankan nasional, yakni Bank Mandiri, OCBC, UOB, serta Bank INA. Kemitraan ini ditandai lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) guna membuka opsi pembiayaan bagi masyarakat yang membidik aset properti perdana di koridor barat Jabodetabek.
Kawasan kota mandiri bertajuk Asthara Skyfront City ini berdiri di atas hamparan lahan seluas 1.100 hektare dengan posisi yang menempel pada kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Keterlibatan empat bank rekanan tersebut membuka variasi bunga serta skema cicilan KPR yang kompetitif bagi calon pembeli rumah pertama, sehingga pengajuan pembiayaan dapat disesuaikan dengan kondisi profil keuangan masing-masing.
Peluncuran Klaster Perdana Allurea Mulai Rp900 Juta
Agenda peluncuran resmi kota mandiri terpadu ini dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang. Fase awal pembangunan diawali dari pengembangan super cluster THE FLORITZ yang membentang seluas 20 hektare dan dirancang mencakup empat klaster terpisah.
Klaster pertama yang dipasarkan kepada publik bernama ALLUREA, menghadirkan dua opsi pilihan hunian berupa unit tipe 6 dan tipe 8. Banderol hunian di klaster ini dibuka mulai dari Rp900 juta, angka yang relevan bagi profesional muda maupun pasangan baru yang mencari hunian mandiri dengan skala pengembangan kota jangka panjang.
Secara segmentasi pasar, kedekatan kawasan proyek dengan bandara internasional membidik kalangan profesional dengan mobilitas lintas wilayah yang tinggi. Pekerja industri penerbangan seperti pilot dan awak kabin, hingga kalangan pebisnis, menjadi kelompok sasaran pengguna akhir hunian terpadu ini.
ASTHARA SKYFRONT CITY merupakan ruang perkotaan modern yang dirancang untuk menjadi kawasan hunian, pusat perbelanjaan dan bisnis terpadu berorientasi pada konektivitas dan ruang hidup berkelanjutan yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi.
— Supardi Ang, CEO Asthara Skyfront City
Strategi Mengamankan KPR untuk Pembeli Rumah Pertama
Bagi pencari rumah pertama yang ingin memanfaatkan kerja sama perbankan ini, kehadiran pilihan bank BUMN dan swasta seperti Mandiri, OCBC, UOB, serta Bank INA memberikan keleluasaan dalam membandingkan penawaran margin bunga, jangka waktu tenor kredit, serta biaya provisi. Pembeli disarankan mulai memeriksa kelayakan riwayat kredit pada sistem perbankan sebelum tanggal peluncuran resmi.
Perencanaan bujet juga perlu mencakup uang muka (down payment), biaya administrasi KPR, asuransi jiwa dan kebakaran, serta biaya balik nama legalitas sertifikat tanah. Dengan nilai dasar unit mulai Rp900 juta, penghitungan rasio cicilan terhadap penghasilan bulanan harus dipertahankan agar tidak melewati ambang batas aman pengeluaran bulanan keluarga.
Pengembangan kawasan seluas 1.100 hektare ini diproyeksikan mencakup fasilitas komersial dan ruang bisnis pendukung, sehingga pembeli rumah pertama tidak hanya membeli bangunan fisik tempat tinggal, tetapi juga nilai tambah infrastruktur perkotaan berkelanjutan di sekitar simpul transportasi udara utama Indonesia.
Sumber: Informasi dirangkum dari pemberitaan Detik Finance yang dipublikasikan pada 11 Juni 2025.